Cerita Rakyat Dipersembahkan Rio Dewanto dan Barry Prima di Layar Lebar

techmarketbizz.com – Aktor Rio Dewanto (38) dan Barry Prima (71) akan tampil dalam film terbaru bertema cerita rakyat berjudul “Kuyank” yang dijadwalkan tayang pada 29 Januari 2026. Film ini mengangkat kisah yang berfokus pada konflik keluarga, tradisi, dan takdir manusia dalam latar cerita yang penuh dengan mitos dan legenda. “Kuyank” disutradarai oleh Johansyah Jumberan, yang sebelumnya dikenal dengan karya-karya sinematik bertema lokal.

Film produksi DHF Entertainment ini mengambil setting waktu tujuh tahun sebelum peristiwa besar dalam Saranjana Universe, dengan latar belakang budaya Banjar yang kaya dan penuh nilai tradisi. Cerita film ini berasal dari legenda urban Kalimantan yang dihiasi oleh unsur-unsur mistis dan emosi manusia yang kompleks.

Baca juga: “Kasus Ujaran Kebencian, Youtuber Resbob Resmi Ditangkap”

Konflik Rumah Tangga dalam Latar Cerita Rakyat

“Kuyank” berfokus pada kisah suami-istri, Badri (Rio Dewanto) dan Rusmiati (Putri Intan Kasela), yang terjebak dalam konflik keluarga dan adat. Mereka menikah meskipun ada ramalan adat yang mengatakan bahwa persatuan mereka akan membawa kesialan. Tekanan keluarga semakin memuncak ketika pihak keluarga mendesak agar mereka segera memiliki keturunan untuk mematahkan ramalan buruk tersebut.

Dalam cerita ini, Rusmiati yang diperankan oleh Putri Intan Kasela menggambarkan seorang perempuan yang terpojok oleh keadaan dan tuntutan dari keluarganya untuk segera punya anak. Keputusasaan yang muncul dari peran tersebut memperlihatkan betapa kerasnya perjuangan seorang perempuan dalam mempertahankan martabat keluarga dan kebahagiaan rumah tangga.

Badri, karakter yang diperankan oleh Rio Dewanto, juga menghadapi dilema besar dalam menghadapi tekanan keluarga dan tradisi. Keputusan-keputusan sulit yang diambil oleh pasangan ini justru memicu peristiwa-peristiwa misterius yang mengancam keselamatan mereka dan lingkungan sekitar.

Barry Prima dan Peran Utuh Ampong

Aktor laga senior Barry Prima, yang sudah dikenal luas oleh penonton Indonesia, akan memerankan Utuh Ampong, seorang tokoh yang diharapkan memberikan nuansa kuat dalam film ini. Barry, yang telah membintangi berbagai film laga Indonesia, akan membawa kekuatan karakter dan nilai-nilai tradisional Kalimantan dalam film ini.

Sutradara Johansyah Jumberan menjelaskan, film ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga untuk mengenalkan budaya Banjar kepada khalayak lebih luas. Penggunaan bahasa Banjar dalam dialog dan penggambaran karakter-karakter yang mencerminkan kepercayaan lokal menjadi nilai tambah yang ingin disampaikan kepada penonton.

Penekanan pada Aspek Emosi dan Tekanan Sosial

Salah satu elemen penting dalam “Kuyank” adalah bagaimana tekanan sosial dan budaya memengaruhi keputusan hidup seseorang. Sutradara Johansyah Jumberan mengungkapkan bahwa film ini lebih dari sekedar cerita rakyat, tetapi juga sebuah studi tentang emosi manusia dalam menghadapi konflik dan pilihan hidup yang sulit.

Kami menjadikan cerita rakyat sebagai dasar cerita dengan fokus utama pada emosi manusia serta tekanan keluarga dalam mempengaruhi keputusan seseorang,” ujar Johansyah dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa lalu. Film ini ingin menunjukkan bagaimana tradisi dan takdir bisa saling berinteraksi dan membentuk jalannya kehidupan.

Peran Musisi Lokal dan Kualitas Teknikal

Tidak hanya aspek cerita yang menjadi perhatian, tetapi juga kualitas teknis film ini. Jeff Banjar, seorang musisi lokal, terlibat dalam proyek ini untuk mengisi musik latar yang akan memperkaya atmosfer film. Selain itu, LMN Studio juga turut serta dalam pengerjaan efek visual untuk memberikan pengalaman sinematik yang lebih hidup dan mendalam.

Film ini sudah mendapatkan klasifikasi usia 13 tahun ke atas (13+) dari Lembaga Sensor Film (LSF). Dengan durasi 98 menit, film ini akan memberikan penonton pengalaman yang kaya akan budaya dan emosi mendalam.

Hari Ibu dan Perspektif Perjuangan Perempuan

Film ini juga diluncurkan pada momentum yang bertepatan dengan Hari Ibu, untuk menonjolkan perspektif perjuangan perempuan dalam menghadapi tantangan hidup, terutama yang berkaitan dengan tradisi dan tuntutan keluarga. Penggambaran karakter Rusmiati sebagai seorang istri yang terpaksa mengambil keputusan sulit demi keluarga memperlihatkan kedalaman cerita yang relevan dengan kehidupan nyata.

Putri Intan Kasela, yang memerankan Rusmiati, menyebutkan bahwa peran ini adalah refleksi dari keputusasaan seorang perempuan yang terpojok oleh keadaan dan tuntutan lingkungan terdekat. Ini memberikan pesan kuat tentang pentingnya kebebasan dalam membuat keputusan hidup meskipun dibayangi oleh mitos dan tradisi yang mengikat.

Pandangan Kedepan: Memperkenalkan Budaya Banjar

Seiring dengan perkembangan industri film Indonesia, “Kuyank” menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Banjar melalui medium film. Dengan mengangkat cerita rakyat Kalimantan, film ini berharap dapat membawa pemahaman lebih dalam tentang keanekaragaman budaya Indonesia, serta memperkenalkan sejarah dan legenda yang mungkin belum banyak diketahui.

Film ini juga mengharapkan bisa menjangkau lebih banyak penonton dari berbagai kalangan, baik yang mengenal budaya Banjar maupun yang belum pernah mendengarnya. “Kuyank” bisa menjadi salah satu contoh bagaimana film dapat menjadi sarana untuk mendekatkan budaya lokal kepada masyarakat luas, tanpa melupakan aspek emosional dan universal dalam cerita manusia.

Film “Kuyank” yang dibintangi oleh Rio Dewanto dan Barry Prima menghadirkan kisah yang menggugah tentang bagaimana tradisi dan takdir saling berinteraksi dalam kehidupan seseorang. Dengan latar belakang cerita rakyat Kalimantan, film ini tidak hanya menyajikan kisah yang menarik, tetapi juga menyuarakan perjuangan perempuan dalam menghadapi tekanan keluarga dan adat. Dengan kualitas teknis yang apik dan penggambaran budaya Banjar yang kental, “Kuyank” diharapkan dapat menjadi film yang menarik perhatian dan memberikan nilai lebih bagi penontonnya.

Tunggu 29 Januari 2026, ketika film ini akan mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia.

Baca juga: “5 Film Barry Prima Terbaik dan Cara Menontonnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *