Menbud Resmikan Pendopo Pate Alos di Situbondo

techmarketbizz.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Pendopo Pate Alos di Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (25/1).
Peresmian ini menandai pemanfaatan kembali bangunan bersejarah pascarevitalisasi menjadi pusat aktivitas kebudayaan.

Pendopo Pate Alos merupakan bangunan peninggalan kolonial, sebelumnya dikenal sebagai Kawedanan Besuki.
Revitalisasi bertujuan menjadikan pendopo sebagai ruang publik berbasis kebudayaan yang inklusif.

“Budaya tidak hanya dilindungi, tetapi juga perlu dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata Fadli Zon.
Ia menekankan pentingnya peran bangunan bersejarah sebagai pusat edukasi dan pembelajaran masyarakat.

Fadli menjelaskan wilayah Besuki memiliki nilai historis tinggi.
Pendopo Pate Alos menjadi saksi perjalanan Besuki sebagai pusat administrasi kolonial.

“Revitalisasi ini bertujuan agar warisan sejarah tetap hidup dan terawat untuk generasi sekarang dan mendatang,” ujarnya.
Menurut Fadli, bangunan ini juga berfungsi sebagai museum yang merekam sejarah Karesidenan Besuki.

Sejarah Karesidenan Besuki mencakup lima wilayah kabupaten pada masa kolonial.
Pemanfaatan Pendopo Pate Alos diharapkan menjadi media pembelajaran sejarah sekaligus pusat kebudayaan.

Baca juga: “Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari Rampung 100 Persen”

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyambut peresmian ini sebagai dukungan pelestarian sejarah.
Peresmian turut dihadiri Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini, dan Ketua DPRD Mahbub Junaidi.

Selain pejabat daerah, hadir pula tokoh masyarakat dan komunitas budaya lokal.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas untuk pemanfaatan kembali bangunan bersejarah.

Fadli Zon menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi.
Hal ini tercantum dalam Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen mempercepat registrasi cagar budaya nasional.
Pendopo Pate Alos akan dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang mendukung ekonomi kreatif.

Pemanfaatan ruang ini juga diharapkan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar kawasan.
Aktivitas budaya di pendopo akan menumbuhkan ekonomi lokal sekaligus melestarikan seni tradisional.

Fadli menyatakan Pendopo Pate Alos tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik.
Pendopo menjadi media interaktif bagi masyarakat belajar sejarah, seni, dan budaya lokal.

Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, hadir dalam peresmian.
Selain itu, Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Sjamsul Hadi, dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Endah Budi Heryani ikut hadir.

Ruang ini nantinya akan menampung berbagai kegiatan budaya, pameran sejarah, workshop, dan edukasi seni.
Pendopo akan menjadi titik pertemuan komunitas seni, pelajar, dan wisatawan.

Revitalisasi Pendopo Pate Alos memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi.
Sebagai ruang publik, masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas untuk belajar dan berkreasi.

Wisata budaya di pendopo diproyeksikan meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pertumbuhan ekonomi kreatif di sekitar kawasan akan semakin meningkat dengan hadirnya aktivitas kebudayaan.

Kegiatan ini juga menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelestarian warisan budaya.
Pendopo Pate Alos menjadi simbol keberlanjutan pelestarian sejarah sekaligus ruang inovasi budaya.

Peresmian Pendopo Pate Alos menegaskan komitmen pemerintah memanfaatkan bangunan bersejarah.
Bangunan kolonial kini menjadi pusat edukasi, museum, dan ruang aktivitas budaya masyarakat.

Revitalisasi ini diharapkan menjaga warisan sejarah tetap relevan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Pendopo Pate Alos menjadi contoh nyata bagaimana sejarah dan budaya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Baca juga: “Menbud Tinjau Revitalisasi Candi Jabung di Probolinggo”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *