techmarketbizz.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) resmi memperoleh tambahan dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Dengan tambahan ini, total menjadi lima sekolah yang akan dibangun di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Muhammad Farhanie, menjelaskan, penambahan dua lokasi diperoleh setelah peluncuran operasional 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Senin lalu.
“Alhamdulillah, kedatangan Bapak Presiden ini menjadi berkah bagi Kalsel. Tiga lokasi Sekolah Rakyat sudah berkontrak dan berjalan sejak 17 November 2025, dan kemarin Pak Sekjen dari pusat menyampaikan insyaallah Kalsel ditambah lagi dua lokasi,” ujar Farhanie saat menghadiri peresmian Sekolah Rakyat.
Lokasi Sekolah Rakyat Tahap Pertama dan Tambahan
Tahap pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel meliputi tiga lokasi, yaitu:
- Kabupaten Barito Kuala
- Kabupaten Tanah Bumbu
- Kota Banjarbaru
Sementara dua lokasi tambahan berada di:
- Lahan milik Pemprov Kalsel di Balai BPPKS Banjarbaru
- Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar
Farhanie menjelaskan bahwa pembangunan di Jalan Gubernur Syarkawi sebelumnya sempat tertunda karena kondisi lahan berupa rawa. Biaya tinggi dan persiapan lahan menjadi kendala, namun akhirnya lokasi tersebut disetujui masuk tahap pembangunan berikutnya.
Baca juga: “Pelindo Salurkan Bantuan untuk 150 Anak Yatim Makassar”
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Pembangunan tiga Sekolah Rakyat tahap pertama di Kalsel saat ini memasuki tahap awal. Progres fisik tercatat sekitar 8,8 persen sejak kontrak dimulai pada 17 November 2025.
“Karena baru berkontrak 17 November, kemarin saya tanyakan ke Satker PU, progresnya sekitar 8,8 persen. Masih tahap clearing dan pekerjaan awal,” kata Farhanie.
Masa kontrak pembangunan tahap pertama ditetapkan selama 240 hari kerja. Target penyelesaian direncanakan pada Juli 2026 agar Sekolah Rakyat dapat digunakan pada tahun ajaran baru.
“Targetnya Juli 2026 selesai ya. Mudah-mudahan bisa sesuai target sehingga siswa rintisan bisa dipindahkan ke Sekolah Rakyat permanen,” ujar Farhanie.
Pembangunan Bertahap dan Perluasan ke Kabupaten Lain
Farhanie menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel dilakukan secara bertahap. Ke depan, program ini akan diperluas ke kabupaten lain di provinsi tersebut, menambah akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil dan kurang terlayani.
“Program Sekolah Rakyat ini penting untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal,” ujarnya.
Program ini termasuk inisiatif pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas belajar permanen yang lebih layak dibandingkan sekolah darurat atau sementara.
Dampak Positif bagi Pendidikan dan Masyarakat
Penambahan dua Sekolah Rakyat di Kalsel akan memperkuat program pendidikan inklusif. Sekolah ini ditujukan untuk menampung siswa rintisan, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses fasilitas pendidikan.
Dengan lima lokasi Sekolah Rakyat di Kalsel, pemerintah berharap dapat menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini hingga sekolah dasar. Program ini juga mendukung pembangunan SDM unggul di Kalimantan Selatan.
Selain itu, keberadaan Sekolah Rakyat di lokasi strategis dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam pendidikan, karena sekolah dikelola dekat dengan komunitas setempat.
Penambahan dua Sekolah Rakyat di Kalsel menunjukkan komitmen Pemprov dan pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan. Dengan lima lokasi yang akan dibangun, diharapkan program ini memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.
Progres pembangunan yang sudah mencapai hampir 9 persen menunjukkan langkah awal yang jelas dan terukur. Ke depan, perluasan ke kabupaten lain di Kalsel akan menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh anak memiliki kesempatan belajar yang layak.
Inisiatif ini selaras dengan upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan nasional, memperluas akses pendidikan inklusif, dan mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul di tingkat lokal maupun nasional.
Baca juga: “Mensos Tegaskan Tak Ada Siswa Titipan di Sekolah Rakyat”




Leave a Reply