techmarketbizz.com – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah rampung 100 persen. Penyelesaian pembangunan difokuskan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan perikanan dan ekonomi nelayan setempat.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, menjelaskan percepatan pembangunan bukan semata-mata untuk mengejar target waktu, melainkan memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal. “Percepatan pembangunan dilakukan tidak hanya untuk mengejar target waktu, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar kualitas dan fungsi yang dibutuhkan nelayan,” ujar Trian dalam keterangan pers, Sabtu.
Semua item pekerjaan fisik di KNMP Poncosari telah selesai, meliputi pembangunan infrastruktur, sarana rantai dingin, dan fasilitas pendukung aktivitas ekonomi nelayan. Fasilitas yang telah tersedia antara lain kantor pengelola, kios perbekalan, gudang beku portabel, pabrik es portabel, shelter coolbox, bengkel nelayan, balai nelayan, sentra kuliner, dan shelter perbaikan jaring.
Baca juga: “Kalsel Perluas Pendidikan, Sekolah Rakyat Jadi Lima”
Rantai Dingin dan Infrastruktur Dukung Distribusi Hasil Tangkapan
Sarana rantai dingin, termasuk gudang beku dan pabrik es portabel, disiapkan untuk memastikan distribusi dan penyimpanan hasil tangkapan ikan tetap segar dan berkualitas. Menurut Trian, KNMP Poncosari menjadi salah satu lokasi yang berhasil menyelesaikan pembangunan tahap pertama KNMP pada 2025 sesuai target.
“Seluruh fasilitas sudah siap, sekarang fokus beralih pada pemanfaatan dan pengelolaan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Trian. Pemanfaatan yang optimal diharapkan dapat langsung meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan.
KNMP Menjadi Bagian Strategis Pembangunan Pesisir Nasional
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya menargetkan pembangunan tahap pertama KNMP mencakup 65 titik di seluruh pesisir Indonesia. Tahap kedua akan menambah 35 lokasi, sebelum akhirnya diperluas menjadi 1.000 titik hingga 2029.
KKP menekankan pembangunan KNMP bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga penguatan kapasitas koperasi nelayan, manajemen hasil tangkapan, dan fasilitas penunjang ekonomi lokal. Target pembangunan tahap kedua sebanyak 35 lokasi diharapkan selesai akhir Januari 2026, kecuali beberapa titik terdampak bencana yang memiliki batas waktu Februari 2026.
“KNMP Poncosari menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, koperasi, dan masyarakat lokal dapat menghasilkan pembangunan berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan nelayan,” ujar Trian.
Pemanfaatan dan Dampak Ekonomi
Setelah rampung, KNMP Poncosari akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih, dengan fokus pada pengelolaan fasilitas, distribusi hasil tangkapan, dan pengembangan ekonomi lokal. Pengelolaan yang baik diharapkan membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai jual produk perikanan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain itu, KNMP Poncosari juga diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan untuk kampung nelayan lain di Indonesia. Integrasi sarana rantai dingin, sentra kuliner, dan fasilitas perbaikan peralatan nelayan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kualitas produk perikanan.
Penyelesaian KNMP Poncosari 100 persen menjadi bukti keberhasilan implementasi pembangunan infrastruktur perikanan modern dan memberikan fondasi kuat bagi pengembangan kawasan nelayan di seluruh Indonesia.
Baca juga: “Harapan Baru Pesisir Eretan: Dari Bantaran Sungai ke Kampung Nelayan dan Rusunawa”




Leave a Reply