techmarketbizz.co – Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa transaksi QRIS Tap, sistem pembayaran tanpa pindai, mengalami lonjakan luar biasa pada November 2025. Penambahan fitur tap in dan tap out pada bulan Oktober lalu menjadi faktor utama di balik lonjakan tersebut. Transaksi QRIS Tap tercatat mengalami pertumbuhan hingga 1.200 persen secara bulanan, mencapai 508 ribu transaksi.
H3: Fitur Tap In dan Tap Out Dorong Penggunaan QRIS Tap
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengungkapkan bahwa lonjakan transaksi ini didorong oleh peluncuran fitur baru pada QRIS Tap, yakni tap in dan tap out, yang pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2025. Inovasi ini memungkinkan konsumen untuk melakukan transaksi dengan lebih mudah dan cepat tanpa harus memindai kode QR secara manual.
“QRIS Tap setelah diluncurkannya fitur tap in dan tap out pada Oktober lalu mengalami lonjakan yang sangat signifikan, mencapai 508 ribu transaksi atau tumbuh 1.200 persen dalam sebulan,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, Rabu (16/12).
H3: Implementasi QRIS Tap di Sektor Transportasi di 14 Provinsi
QRIS Tap saat ini telah diterapkan di berbagai sektor, terutama sektor transportasi. Hingga kini, fitur ini sudah aktif di 14 provinsi, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Bali. Implementasi QRIS Tap di sektor transportasi memudahkan pengguna untuk membayar biaya transportasi secara praktis dan tanpa hambatan.
Baca juga: “Tidur Cukup tapi Tetap Lelah? Waspadai Kekurangan Vitamin D”
Namun, saat ini QRIS Tap hanya bisa digunakan di perangkat berbasis Android. Bank Indonesia berencana untuk memperluas penggunaan fitur ini ke perangkat berbasis iOS dalam waktu dekat. Filianingsih menambahkan, BI tengah berupaya agar Apple membuka akses NFC (Near Field Communication) di iPhone untuk mendukung penggunaan QRIS Tap.
“Kami akan terus mendorong agar iOS, Apple, bisa membuka NFC-nya, sehingga smartphone berbasis iOS juga dapat menggunakan QRIS Tap,” jelasnya.
H3: Peningkatan Pengguna dan Merchant Dorong Lonjakan QRIS
Secara keseluruhan, transaksi QRIS di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 143,64 persen. Lonjakan transaksi ini didorong oleh meningkatnya jumlah pengguna serta bertambahnya merchant yang menerima pembayaran menggunakan QRIS. Saat ini, jumlah merchant QRIS telah melampaui target 40 juta, dengan lebih dari 90 persen merchant berasal dari sektor UMKM.
Filianingsih juga mengungkapkan bahwa target Bank Indonesia untuk tahun 2026 adalah mencapai 17 miliar transaksi QRIS, dengan ekspansi ke delapan negara, 45 juta merchant, dan 60 juta pengguna.
H3: Proyeksi Pertumbuhan Pembayaran Digital di 2026
Untuk tahun 2026, Bank Indonesia memproyeksikan transaksi pembayaran digital akan tumbuh sebesar 29,7 persen. Pertumbuhan ini diperkirakan didorong oleh inovasi teknologi, perluasan QRIS, peningkatan keamanan, dan bertambahnya kepercayaan publik terhadap transaksi digital. BI berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pembayaran digital di Indonesia agar dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Langkah Bank Indonesia dalam Mendorong Akselerasi QRIS
Dengan pertumbuhan yang sangat pesat, QRIS Tap menunjukkan bagaimana teknologi pembayaran dapat berkembang dengan cepat untuk mempermudah transaksi sehari-hari. Langkah Bank Indonesia dalam memperkenalkan fitur baru seperti tap in dan tap out menjadi salah satu cara untuk mendorong inklusi keuangan digital yang lebih luas. Bank Indonesia juga terus berupaya memperluas adopsi QRIS di berbagai sektor, termasuk transportasi dan UMKM, untuk mendukung transformasi ekonomi digital Indonesia.
Ke depannya, BI akan terus memperkuat infrastruktur dan ekosistem pembayaran digital untuk memastikan keamanan transaksi serta kenyamanan bagi pengguna dan merchant. Bank Indonesia berharap, dengan adanya inovasi-inovasi ini, transaksi QRIS akan semakin meluas dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Data Penting:
- QRIS Tap mengalami pertumbuhan transaksi 1.200 persen pada November 2025.
- QRIS Tap telah diterapkan di sektor transportasi di 14 provinsi Indonesia.
- 42 juta merchant QRIS di Indonesia, dengan 90 persen di antaranya adalah UMKM.
- Target transaksi QRIS pada 2026 adalah 17 miliar, dengan ekspansi ke 8 negara.
Dengan begitu, ke depannya, QRIS diproyeksikan menjadi salah satu solusi utama dalam pembayaran digital yang mudah dan cepat di Indonesia.




Leave a Reply