techmarketbizz.com – Korea Selatan menyiapkan pengiriman 16 unit jet tempur KF-21 Boramae ke Indonesia, langkah yang akan menandai ekspor pertama jet tempur buatan Korsel.
Pengiriman ini diperkirakan akan difinalisasi saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada akhir Maret hingga awal April. Kedua negara ditargetkan menyelesaikan perjanjian awal sebelum kontrak final rampung pada paruh pertama 2026.
Sejarah dan Pengembangan KF-21
Program KF-21 dimulai sejak 2015 dengan tujuan menghadirkan pesawat tempur supersonik buatan dalam negeri. Jet ini akan menggantikan armada lama F-4 dan F-5 yang telah digunakan puluhan tahun.
Indonesia sempat menjadi mitra dalam pengembangan dengan kontribusi awal sekitar 20 persen dari total biaya. Sebagai imbalannya, Indonesia mendapat akses transfer teknologi dari Korea Selatan.
Namun kontribusi Indonesia sempat mengalami kendala, sehingga pemerintah mengusulkan penyesuaian nilai investasi dan perubahan porsi transfer teknologi. Kesepakatan terbaru menetapkan kontribusi Indonesia sekitar 600 miliar won atau Rp6,7 triliun.
Uji Terbang dan Keamanan Proyek
Pengembangan KF-21 sempat diwarnai isu hukum terkait dugaan pelanggaran teknologi, tetapi proses pembuatan dan pengujian tetap berjalan lancar. Jet tempur ini telah menyelesaikan uji terbang awal tanpa insiden pada awal 2026.
Pihak Korea Selatan menargetkan pengembangan selesai dalam waktu dekat. Setelah itu, pengiriman tahap awal ke Angkatan Udara Indonesia direncanakan dimulai pada paruh kedua tahun ini.
Baca juga: “Iran Janji Balas Kematian Larijani”
Dampak dan Signifikansi Strategis
Pengiriman 16 jet tempur KF-21 akan memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia secara signifikan. Jet ini menggabungkan teknologi stealth, sistem avionik modern, dan kemampuan supersonik yang sesuai standar regional.
Kerjasama ini juga menandai keberhasilan transfer teknologi yang memungkinkan Indonesia memahami sistem produksi jet tempur modern. Selain itu, kerja sama ini diharapkan mendorong kemampuan industri pertahanan domestik.
Langkah ini dipandang sebagai tonggak penting bagi hubungan pertahanan Indonesia-Korea Selatan. Ke depan, kedua negara berpotensi memperluas kerja sama teknologi militer dan proyek pengembangan bersama.
Pemerintah Indonesia menekankan komitmen memperkuat pertahanan nasional sambil mendorong pertumbuhan industri strategis dalam negeri. Pengiriman KF-21 menjadi simbol modernisasi dan kesiapan Indonesia menghadapi tantangan keamanan regional.
Baca juga: “Mengenal Teknologi Iran yang Jatuhkan Jet Tempur Siluman AS”




Leave a Reply