techmarketbizz – Trump Serang Dua Jurnalis, Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan jurnalis kembali menjadi sorotan publik. Insiden terbaru memperlihatkan dua serangan verbal terhadap jurnalis perempuan dalam dua kesempatan berbeda.
Pada 14 November 2025, Trump menghadapi pertanyaan dari reporter Bloomberg, Catherine Lucey, di Air Force One. Lucey menanyakan alasan Trump enggan merilis dokumen terkait terpidana kasus seksual Jeffrey Epstein. Trump lalu menghentikan pertanyaan itu dan berkata, “Quiet. Quiet, piggy.” Rekaman insiden tersebut baru menyebar beberapa hari kemudian melalui media sosial.
Reaksi keras datang dari berbagai pihak. Jurnalis CNN, Jake Tapper, menyebut pernyataan Trump menjijikkan dan tidak dapat diterima. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan Trump dengan media sejak awal masa pemerintahannya.
Empat hari setelahnya, pada 18 November, Trump kembali menyerang jurnalis perempuan. Kali ini, sasarannya adalah Mary Bruce dari ABC News yang hadir dalam sesi tanya jawab di Oval Office. Bruce menanyakan potensi konflik kepentingan terkait hubungan bisnis keluarga Trump di Arab Saudi. Ia juga menyinggung keterlibatan MBS dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Trump membalas dengan menyebut ABC News sebagai media palsu. Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam operasional Trump Organization.
Trump juga membela penyangkalan MBS terkait kasus Khashoggi, meski laporan intelijen AS menyebut MBS menyetujui operasi tersebut. Ia menambahkan bahwa pertanyaan Bruce berpotensi mempermalukan tamu negara.
Rangkaian insiden ini menunjukkan hubungan Trump dan media yang terus memburuk. Pengamat komunikasi politik menilai ketegangan serupa mungkin terus berlanjut, terutama menjelang agenda politik besar berikutnya.
Baca Juga : “Pertemuan Trump–Mamdani Bahas Agenda Baru Diplomasi“
Trump Kembali Serang Mary Bruce Saat Pertanyaan Epstein Muncul
Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan jurnalis ABC News Mary Bruce semakin meningkat ketika isu Epstein kembali ditanyakan. Insiden ini terjadi pada hari ketika Kongres hampir sepakat untuk merilis berkas terkait Jeffrey Epstein.
Mary Bruce mengajukan pertanyaan tambahan mengenai Epstein, yang memicu reaksi keras Trump. Ia mengatakan, “Bukan pertanyaannya yang saya keberatan. Sikap Anda. Saya pikir kamu adalah reporter yang buruk.” Pernyataan itu mempertegas pola serangan pribadi Trump terhadap jurnalis perempuan dalam beberapa kesempatan.
Trump menegaskan bahwa ia tidak memiliki hubungan dengan Epstein dan kembali menyebut skandal tersebut sebagai rekayasa politik. Ia lalu menuduh ABC News berperan dalam penyebaran isu tersebut dan berkata, “Dan perusahaan Anda yang payah adalah salah satu pihak yang berperan.”
Tensi meningkat ketika Trump mengancam lisensi siaran ABC News. Ia mendesak regulator penyiaran AS untuk meninjau kemungkinan pencabutannya. Ancaman seperti ini pernah muncul dalam konflik sebelumnya antara regulator dan ABC News terkait konten investigatifnya.
Pada akhir sesi, Trump menunjuk ke arah Mary Bruce dan berkata, “Tidak ada lagi pertanyaan dari Anda.” Respons tersebut menutup peluang Bruce untuk melanjutkan pertanyaan lanjutan.
Insiden ini memperlihatkan pola hubungan Trump dan pers yang semakin tegang. Pengamat media menilai bahwa konflik serupa dapat meningkat menjelang agenda politik besar negara. Mereka juga memperingatkan bahwa ancaman terhadap lisensi media dapat berdampak pada kebebasan pers di masa depan.
Baca Juga : “Alice Guo Divonis Seumur Hidup Usai Ditangkap di Indonesia”




Leave a Reply