techmarketbizz – Gagal ginjal kini tidak lagi eksklusif menyerang orang tua. Anak muda semakin rentan akibat perubahan gaya hidup modern dan pola makan tidak sehat. Minuman tinggi gula, makanan cepat saji, serta konsumsi garam berlebihan menjadi faktor utama meningkatnya risiko kerusakan ginjal.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RS EMC Cikarang, Fenny Elvina Ridho, menyatakan bahwa kerusakan ginjal sering berkembang tanpa gejala awal. “Perubahan gaya hidup dan konsumsi makanan tidak sehat membuat anak muda lebih rentan mengalami gangguan fungsi ginjal,” ujarnya. Bila tidak disadari sejak dini, kondisi ini dapat memerlukan terapi jangka panjang, seperti cuci darah atau transplantasi ginjal.
Untuk mencegah gagal ginjal sejak muda, Fenny menyarankan enam langkah penting: pertama, perbanyak minum air putih minimal enam hingga delapan gelas setiap hari untuk membantu tubuh membuang racun. Kedua, batasi konsumsi minuman manis, makanan cepat saji, dan camilan tinggi garam. Ketiga, jaga tekanan darah dan gula darah dengan pola makan seimbang serta aktivitas fisik rutin. Keempat, hindari penggunaan obat pereda nyeri berkepanjangan tanpa pengawasan dokter. Kelima, hentikan merokok dan kurangi konsumsi alkohol. Keenam, lakukan medical check-up rutin, terutama jika memiliki riwayat keluarga diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi gagal ginjal kronis pada usia 20–40 tahun meningkat hingga 15 persen dalam lima tahun terakhir. Tren ini menegaskan pentingnya kesadaran dan pencegahan sejak dini.
“Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menjaga ginjal tetap sehat,” tambah Fenny. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, anak muda dapat meminimalkan risiko gagal ginjal dan menjaga kualitas hidup jangka panjang.
Baca Juga : “Pajak Alat Berat dan Kendaraan Dorong Pembangunan Jakarta“
Tanda Awal Gagal Ginjal pada Anak Muda dan Cara Menghindarinya
Beberapa kebiasaan harian yang tampak sepele bisa membebani kinerja ginjal anak muda. Konsumsi minuman manis berlebihan dapat memicu resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes, salah satu penyebab utama gagal ginjal.
Makanan tinggi garam, penyedap, serta makanan cepat saji juga berkontribusi pada tekanan darah tinggi sejak usia muda. Kurangnya aktivitas fisik, merokok, dan penggunaan obat pereda nyeri atau suplemen sembarangan dapat merusak jaringan ginjal dalam jangka panjang.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS EMC Cikarang, Fenny Elvina Ridho, menekankan pentingnya kesadaran dini. “Anak muda sering menunda minum, kurang tidur, dan konsumsi obat sembarangan. Kebiasaan ini berisiko merusak ginjal,” ujarnya.
Gagal ginjal pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala jelas. Namun, ada tanda yang perlu diperhatikan: pembengkakan kaki dan wajah akibat penumpukan cairan; kelelahan meski aktivitas ringan; perubahan warna atau frekuensi urine, termasuk sering buang air kecil malam hari; mual, hilang nafsu makan, dan bau napas seperti amonia; kulit kering dan gatal; serta konsentrasi menurun atau sakit kepala kronis.
Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium sederhana, termasuk urine, ureum, kreatinin, dan tekanan darah. Menurut data Kementerian Kesehatan, kasus gagal ginjal kronis pada usia 20–35 tahun meningkat hingga 12 persen dalam lima tahun terakhir, menegaskan urgensi pencegahan sejak muda.
“Gagal ginjal bukan lagi penyakit orang tua. Dengan mengenali gejala dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko kerusakan ginjal dapat ditekan signifikan,” pungkas Fenny. Kesadaran dini dan pola hidup sehat menjadi kunci agar generasi muda tetap memiliki ginjal sehat jangka panjang.
Baca Juga : “Kesehatan Kuku Jadi Indikator Baru Kondisi Kesehatan Tubuh“




Leave a Reply