Tidur Cukup tapi Tetap Lelah? Waspadai Kekurangan Vitamin D

Tidur Cukup tapi Tetap Lelah? Waspadai Kekurangan Vitamin D

techmarketbizz – Saat musim hujan, banyak orang tetap merasa lelah meski tidur cukup. Tubuh terasa lemah, pekerjaan sederhana terasa berat, dan energi cepat habis. Selain itu, perubahan suasana hati dan nyeri otot sering muncul tanpa penyebab jelas.

Para ahli menyebut kondisi ini bisa terkait dengan rendahnya kadar vitamin D. Kurangnya paparan sinar matahari selama hujan membuat tubuh sulit memproduksi vitamin D yang penting untuk kesehatan fisik dan mental. Menurut Hindustan Times (10 Desember 2025), kekurangan vitamin D memiliki beberapa tanda utama yang patut diperhatikan.

Salah satu gejala paling umum adalah kelelahan yang berkepanjangan. Orang merasa letih sepanjang hari, meski cukup tidur, sehingga aktivitas normal menjadi lebih berat. Nyeri otot juga bisa muncul tanpa sebab jelas, karena vitamin D berperan dalam menjaga kekuatan dan fungsi otot. Kondisi ini membuat tubuh terasa kaku dan sulit digerakkan.

Selain fisik, kekurangan vitamin D memengaruhi mood. Studi menunjukkan kadar vitamin ini yang rendah bisa meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan mudah marah. Konsentrasi juga terganggu, sehingga produktivitas menurun dan fokus sulit dipertahankan. Sistem imun ikut terdampak, membuat tubuh lebih rentan terhadap flu dan infeksi ringan.

Mengatasi kekurangan vitamin D bisa dilakukan dengan meningkatkan paparan sinar matahari, mengonsumsi makanan kaya vitamin D seperti ikan berlemak dan telur, atau suplemen jika diperlukan. Pemantauan kadar vitamin D melalui pemeriksaan medis dapat membantu mencegah risiko jangka panjang.

Dengan memahami tanda-tanda ini, masyarakat dapat menjaga energi, memperbaiki mood, dan menjaga daya tahan tubuh selama musim hujan.

Baca Juga: “Kasus Baru Vape: Remaja 16 Tahun Jalani 3 Operasi Paru

Tidur Cukup Tapi Kekurangan Vitamin D Bisa Memicu Nyeri Tulang dan Gangguan Tidur

Vitamin D penting untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan menjaga kesehatan tulang. Tanpa vitamin ini, kalsium yang dikonsumsi tubuh tidak bekerja optimal.

Kekurangan vitamin D dapat membuat tulang rapuh, mudah patah, dan menimbulkan nyeri yang berlangsung terus-menerus. Kondisi ini sering tidak disadari, namun bisa menimbulkan risiko serius di masa depan. Menurut penelitian medis, nyeri tulang yang muncul tanpa penyebab jelas dapat menjadi tanda tubuh kekurangan vitamin D.

Selain masalah tulang, vitamin D juga berperan dalam regulasi tidur. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan kesulitan memulai tidur atau sering terbangun di malam hari. Penelitian menunjukkan kadar vitamin D rendah memengaruhi kualitas tidur, sehingga seseorang mudah lelah dan kehilangan energi di pagi hari.

Tubuh yang kekurangan vitamin D juga lebih sensitif terhadap nyeri, bahkan dalam aktivitas sehari-hari. Minimnya paparan sinar matahari saat cuaca mendung membuat produksi vitamin D menurun. Dokter penyakit dalam dari Rumah Sakit Gleneagles, Siri M Kamath, menekankan bahwa orang dengan pekerjaan di dalam ruangan, keterbatasan usia, atau gaya hidup tertentu lebih rentan mengalami kekurangan vitamin D.

Cara paling sederhana untuk mengetahui kondisi ini adalah melalui tes darah rutin. Jika kadar vitamin D di bawah batas normal, dokter biasanya merekomendasikan suplemen atau penanganan yang sesuai. Langkah ini penting untuk mencegah masalah kesehatan serius di kemudian hari, termasuk osteoporosis dan gangguan tidur kronis.

Dengan memahami tanda-tanda kekurangan vitamin D, masyarakat dapat mengambil langkah preventif, seperti meningkatkan paparan sinar matahari, mengonsumsi makanan kaya vitamin D, dan memantau kadar vitamin secara berkala. Perhatian dini dapat membantu menjaga kualitas tidur, mengurangi nyeri tulang, dan meningkatkan energi harian.

Baca Juga : “Bea Cukai mengungkap 4 Mesin Pembuat Rokok Ilegal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *