Pertamina Kirim BBM ke Sumatera untuk Dukung Evakuasi

Pertamina Kirim BBM ke Sumatera untuk Dukung Evakuasi

techmarketbizz – Pertamina mengirim BBM darurat ke wilayah banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Pengiriman dilakukan melalui pesawat Hercules dan kapal feri untuk memastikan bahan bakar segera tiba di lokasi yang terisolasi. Pasokan difokuskan untuk mendukung operasional alat berat yang digunakan dalam evakuasi korban.

Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan kerusakan berat pada infrastruktur. Banyak jalan terputus, jembatan rusak, dan ribuan warga mengungsi. BNPB melaporkan ratusan korban jiwa serta ratusan lainnya masih hilang di tiga provinsi tersebut.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan bahwa pemerintah meminta prioritas pasokan BBM untuk alat berat. Pertamina kemudian menindaklanjuti instruksi tersebut dengan menyiapkan distribusi cepat melalui jalur udara dan laut.

Oki menjelaskan bahwa Pertamina juga menyediakan avtur untuk pesawat yang membawa korban dan pasokan bantuan. Pesawat ini menjangkau wilayah yang tak dapat diakses transportasi darat. Langkah ini dilakukan agar pendistribusian bantuan berjalan lebih efisien.

Pertamina menyalurkan BBM menggunakan drum dan jeriken untuk mempermudah pengiriman. Drum berisi BBM diangkut pesawat Hercules ke titik terdampak. Pertamina juga berkoordinasi dengan operator kapal feri untuk memperluas jangkauan distribusi melalui jalur laut.

Upaya ini dilakukan agar kebutuhan energi selama proses evakuasi dan penanganan bencana tetap terpenuhi. Pertamina menegaskan kesiapan mendukung operasi kemanusiaan di Sumatera hingga kondisi membaik.

Baca Juga : “AS Negara Kaya Kini Jadi Penerima Pinjaman Terbesar China”

BNPB Laporkan 442 Warga Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 442 warga meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. BNPB juga mencatat 402 warga masih hilang hingga Minggu, 30 November 2025. Bencana ini merusak akses jalan dan jembatan sehingga menyulitkan proses evakuasi. Ribuan warga terpaksa tinggal di tenda darurat sambil menunggu bantuan tambahan.

Di Sumatera Utara tercatat 217 korban meninggal, sedangkan Sumatera Barat melaporkan 129 korban. Aceh mencatat 96 korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi tersebut. Pemerintah daerah terus mengevakuasi warga terdampak serta memperbaiki akses menuju wilayah terisolasi.

Warga Sampaikan Kesaksian di Tengah Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Kesaksian warga menggambarkan situasi panik saat banjir bandang menerjang permukiman. Nofriadi, warga Padang, menjelaskan bahwa warga diminta bangun dan bersiap menghadapi banjir di tengah hujan deras. Ia menyebut banyak keluarga berusaha mencari tempat aman di tengah kondisi gelap dan berbahaya.

Di Tapanuli Tengah, warga menghadapi kesulitan berkomunikasi dengan keluarga mereka. Anisa Rahmadani menyampaikan bahwa ia sempat melakukan panggilan video dengan ibunya sebelum komunikasi terputus. Warga berharap perbaikan jaringan berlangsung cepat agar informasi keluarga dapat dipastikan.

Kesaksian ini menegaskan perlunya distribusi BBM darurat agar alat berat dapat bekerja optimal. Ketersediaan BBM membantu tim evakuasi mempercepat pencarian korban dan pemulihan infrastruktur. Pemerintah dan berbagai lembaga terus mengirim bantuan untuk mempercepat penanganan darurat.

Baca Juga : “Aturan Baru Registrasi Nomor HP Wajibkan Verifikasi Wajah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *