Vivo Serap 40 Ribu Barel BBM Impor
techmarketbizz – PT Vivo Energy Indonesia menyerap 40 ribu barel bahan bakar minyak (BBM) impor dari Pertamina Patra Niaga. Kesepakatan ini dilakukan melalui mekanisme business to business (B2B) untuk melayani kebutuhan konsumen Vivo di Indonesia. Dari total 100 ribu barel impor yang ditawarkan, Vivo menjadi badan usaha swasta pertama yang menandatangani komitmen pembelian.
Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara Pertamina dan badan usaha swasta agar pasokan energi tetap terjaga. Dengan tambahan pasokan impor, kebutuhan masyarakat di berbagai daerah diharapkan tidak terganggu.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan apresiasi atas kesepakatan ini. Menurutnya, kerja sama dengan Vivo membuktikan bahwa menjaga energi adalah tanggung jawab bersama. “Kebijakan ini bukan sekadar soal impor BBM, tetapi memastikan energi tersedia dan masyarakat terlayani dengan baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/9/2025).
Baca Juga: “Daftar HP Xiaomi Dapat HyperOS 3 Beta Global Android 16“
Mekanisme Kolaborasi dan Langkah Pemerintah
Roberth menjelaskan, mekanisme pasokan kepada Vivo dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Proses berikutnya mencakup uji kualitas dan kuantitas BBM dengan surveyor independen yang disepakati kedua pihak. Hal ini penting untuk memastikan standar mutu sekaligus transparansi harga.
Pemerintah sebelumnya meningkatkan kuota impor BBM untuk swasta sebesar 10% dibandingkan tahun 2024. Jika kuota itu habis, pengusaha SPBU swasta masih bisa memperoleh tambahan pasokan melalui kerja sama dengan Pertamina. Kebijakan ini diterapkan agar distribusi energi tidak terganggu, terutama ketika permintaan melonjak.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, mekanisme impor bukan skema satu pintu. Kuota tambahan diberikan agar swasta tetap bisa melayani konsumen dengan stok yang memadai. “Tidak ada itu satu pintu-satu pintu. Yang ada adalah tambahan kuota untuk memenuhi kebutuhan di lapangan,” kata Bahlil.
Beberapa operator SPBU swasta seperti Shell, BP, dan ExxonMobil juga sedang berkoordinasi dengan kantor pusat masing-masing terkait peluang membeli BBM impor dari Pertamina. Pemerintah berharap langkah ini menjadi bukti bahwa distribusi energi membutuhkan sinergi antara BUMN dan swasta.
Kolaborasi Pertamina dengan swasta diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan pasokan yang stabil, layanan kepada masyarakat bisa lebih merata dan adil. Langkah transparan seperti penggunaan surveyor bersama juga memberi jaminan kualitas. Ke depan, pola kerja sama ini dapat menjadi model dalam menjaga ketersediaan energi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola industri migas.
Baca Juga: “BKN Tegaskan Lowongan CPNS Tidak Bisa Dibuka Tahun Ini“




Leave a Reply